/

Mahasiswa UAD Ajarkan Generasi Muda Daur Ulang Dengan Membuat Celengan Dari Botol Bekas

Sumber: KKN UAD

Sekelompok mahasiswa berdedikasi dari Unit KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) I.A.3 mengajak anak-anak Dusun Korowelang menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan melalui proyek sederhana yang cerdik: mengubah sampah plastik menjadi menawan celengan.

Di dunia yang semakin dilanda sampah plastik, daur ulang bukan sekedar kebiasaan; namun juga merupakan etos yang harus ditanamkan pada generasi penerus.

Nur, mahasiswa KKN Program Studi Psikologi yang tanggap, mengutarakan tujuan mendalam di balik tindakan yang terkesan sembrono tersebut.

Baca: Memerangi Limbah Makanan: Gerakan “Menyelamatkan Pangan” di Indonesia

Acara ini dirancang untuk menjadi pedang bermata dua, meningkatkan daya cipta anak-anak dan menyempurnakan sensor motorik halus mereka sekaligus menyadarkan mereka terhadap permasalahan lingkungan di sekitar mereka.

Anak-anak berkumpul di sekitar mahasiswa KKN, senyum mereka secemerlang cahaya pagi, bersemangat untuk memulai perjalanan mendebarkan dari sampah menuju kekayaan.

Anak-anak mendemonstrasikan cara mengubah botol air mineral bekas berukuran 600 ml dan 1 liter menjadi celengan yang berguna dan indah secara estetika dengan ketelitian yang sistematis dan kegembiraan yang luar biasa.

Perlengkapannya – ritsleting, cat semprot, manik-manik, lilin, lem panas, alat pemotong, gunting, dan lakban – merupakan perlengkapan dasar dan tidak mahal, sehingga menggarisbawahi gagasan bahwa keberlanjutan dapat diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari tanpa memerlukan kerumitan atau uang.

Sebuah botol dilubangi, dilengkapi dengan ritsleting (menciptakan portal untuk penyimpanan di masa depan), dan kemudian disemprotkan ke dalam kanvas dengan warna cemerlang oleh tangan tua dan muda.

Manik-manik kecil, yang diaplikasikan dengan cermat oleh jari-jari lembut anak-anak seperti Alel, seorang siswa kelas tiga yang sangat antusias, mengubah botol-botol yang dulunya dibuang menjadi patung yang unik.

Hasil akhirnya lebih dari sekedar celengan praktis; itu adalah artefak yang mewakili kreativitas komunal, keberlanjutan, dan filosofi berpikiran maju.

Meskipun konsep dasarnya adalah celengan, namun celengan merupakan simbol menabung yang bijaksana dan pemikiran yang inovatif.

Hal ini menurut mahasiswa KKN UAD seperti Hawa dari Program Studi Manajemen harus ditanamkan pada anak sejak dini.

“Membuat celengan dari botol bekas bukan sekedar kerajinan tangan,” kata Hawa. ‘Ini adalah pendidikan tentang kecerdikan, dalam melihat potensi yang terbuang, dan dalam memahami pentingnya melakukan konservasi sejak usia muda.”

Namun, selain kerajinan tangan, manik-manik, dan warna, upaya ini menghasilkan benih yang lebih dalam dan lebih tangguh.

Upaya ini adalah permulaan di mana tangan-tangan kecil menjalin benang kesadaran lingkungan, optimalisasi sumber daya, dan pengendalian keuangan di bawah pengawasan ketat mahasiswa KKN UAD.

Dengan sedikit kecerdikan dan sedikit kerja keras, para penjaga bumi di masa depan ini menemukan bahwa hal-hal yang dibuang dan diabaikan, baik benda maupun peluang, dapat dibentuk menjadi makhluk yang bernilai dan berfungsi.

Mahasiswa KKN UAD berhasil mencapai sesuatu yang signifikan dengan upaya-upaya yang tampak mendasar namun memiliki dampak yang luar biasa seperti ini.

Mereka menempatkan koin-koin penting yang berisi kebijaksanaan, tanggung jawab, dan pandangan jauh ke depan ke dalam brankas otak-otak muda yang berkumpul di sekitar mereka, tidak hanya memfasilitasi pembuatan celengan.

Baca juga: Transformasi Tilos, Pulau Kecil di Yunani, Menjadi Pulau Tanpa Sampah

Proyek ini melampaui batas-batas hari Sabtu yang semarak itu, memperluas sulur-sulurnya ke masa depan di mana anak-anak ini, yang dibekali dengan kreativitas dan kesadaran, dapat menavigasi kompleksitas kehidupan sambil selalu mengingat keseimbangan antara konsumsi, konservasi, dan kasih sayang.

Benih-benih perubahan telah ditaburkan di Dusun Korowelang, menjanjikan masa depan di mana etos daur ulang dan kecerdikan akan berkembang menjadi kebiasaan, tindakan, dan mungkin, pada akhirnya, keberlanjutan, yang berakar kuat dalam praktik masyarakat sehari-hari, berkat beberapa siswa yang bijaksana dan mereka. celengan kecil yang dibuat dari botol plastik bekas.

6 Comments

  1. After checking out a number of the blog posts on your web site, I
    really appreciate ykur way of blogging. I book marked it to my bookmark siute list
    and wilpl be checking back in the near future.
    Please visit my website too and telll me how you feel.

    Feel free to surf to my homepage Broderick

Leave a Reply

Your email address will not be published.