//

Revolusi Eco-Chic Milan dalam Furnitur Cetak 3D

Sumber: goodnewsnetwork.org

Krill, sebuah perusahaan yang berbasis di Milan, telah dengan berani menjelajah ke wilayah yang belum dipetakan, mengubah sisa makanan dari jalanan Napoli yang semarak dan bar-bar cantik di Milan menjadi furnitur meja yang indah melalui keajaiban pencetakan 3D.

Bayangkan! Lampu meja yang memancarkan cahaya lembut dari lemon yang dipanen di pulau Napoli, tempat dupa yang diberi aroma jeruk, dan rak majalah yang dihiasi dengan esensi bubuk kopi yang bersumber dari bar trendi di Milan.

Baca: Edible Coffee Cup Inovasi Sustainability Terbaru

Krill telah mengubah hal biasa menjadi luar biasa, menciptakan koleksi yang tidak hanya memikat indra tetapi juga memperjuangkan kehidupan ramah lingkungan.

Meskipun karya seni fungsional ini mungkin memiliki label harga, popularitasnya dalam ceruk pasarnya tidak dapat disangkal.

Biaya yang dikeluarkan merupakan investasi kecil dalam gambaran yang lebih besar—setiap kilogram bahan cetak yang diproduksi Krill setara dengan satu kilogram emisi karbon yang dihemat dari pembuangan sampah di tempat pembuangan sampah, sehingga berkontribusi terhadap perjuangan global melawan degradasi lingkungan.

Inti dari inovasi Krill adalah ReKrill, bahan cetak yang dipatenkan yang telah menarik perhatian perusahaan raksasa seperti San Pellegrino dan Four Seasons.

Ramuan lengket ini, yang lahir dari perpaduan limbah makanan dan teknologi mutakhir, melambangkan peralihan menuju praktik berkelanjutan dalam industri yang sering mengabaikan dampak lingkungannya.

Marco Di Maio, direktur operasi di Krill, berbagi visinya dengan CNN: “Jika semua furnitur itu dibuat menggunakan bahan kami, kami akan dapat memulihkannya, menghancurkannya, dan mencetak furnitur lain dengan bahan yang sama.”

Hal ini merupakan bukti penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah berubah menjadi kekayaan, dan setiap bagiannya mempunyai potensi untuk kehidupan kedua.

Yang membedakan ReKrill bukan hanya keserbagunaannya; itu juga fitur ramah lingkungannya.

Di Maio dengan bangga menyatakan, “Jika, secara tidak sengaja, salah satu bahan kami berakhir di laut, maka bahan tersebut dapat terurai secara hayati dan tidak menghasilkan mikroplastik apa pun.”

Kepastian bahwa barang-barang ini tidak akan berkontribusi terhadap krisis plastik di lautan menambah lapisan konsumsi yang bertanggung jawab yang menjadi semakin penting dalam lanskap konsumen yang sadar saat ini.

Dan manfaat ramah lingkungan tidak berhenti di situ. Bayangkan furnitur buatan Krill kamu menjadi bagian dari tumpukan kompos kamu, kembali ke bumi dalam tampilan indah yang penuh keberlanjutan.

Bahkan jika kamu memiliki hewan peliharaan nakal yang suka menggerogoti kaki kursi, jangan takut – furnitur ini tidak beracun, sehingga menjamin keselamatan teman berbulu kamu dan lingkungan.

Milan muncul sebagai garda depan era baru dalam desain, dimana kemewahan bertemu dengan tanggung jawab.

Furnitur ramah lingkungan Krill bukan hanya pilihan estetika; itu adalah pernyataan gaya hidup.

Baca juga: Biksu di Thailand Ciptakan Jubah Oranye yang Ikonik dari Plastik Daur Ulang

Dengan memilih karya yang dibuat dengan cermat ini, kamu tidak hanya menghiasi ruangan kamu – kamu juga bisa ikut berkontribusi terhadap masa depan di mana inovasi, gaya, dan keberlanjutan hidup berdampingan secara harmonis.

Saat kita menyaksikan kebangkitan Milan sebagai pusat desain ramah lingkungan, Krill menjadi mercusuar, mendesak kita untuk memikirkan kembali hubungan kita dengan konsumerisme dan merangkul dunia di mana furnitur kita mencerminkan komitmen terhadap planet ini.

Di teater besar desain, mahakarya cetakan 3D Krill menjadi pusat perhatian, mengundang kita untuk menyaksikan transformasi sampah menjadi keajaiban. (Es)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.