/

Keajaiban Sejarah Jalan Cikini

Sumber: thejakartapost

Di jantung kota Jakarta Pusat yang ramai, Jalan Cikini membisikkan kisah masa lalu, mengundang rasa penasaran dan nostalgia. Jauh dari jalur wisata pada umumnya, Cikini menyimpan harta karun sejarah, di mana setiap bangunan merupakan bab cerita yang menunggu untuk dibaca. Mari kita menelusuri lima permata kuno Cikini yang akan membawa kamu ke masa lalu.

Baca: Nikmati Jakarta Selatan Dengan Murah Meriah

Perhentian pertama kami adalah Museum Joang 45 yang terhormat. Bertempat di sebuah bangunan yang dulunya berfungsi sebagai hotel dari tahun 1920an hingga 1930an, kini menjadi tempat perlindungan yang melestarikan peninggalan kemerdekaan Indonesia. Tandu Jenderal Sudirman, bersama dengan mobil pertama yang digunakan oleh para founding fathers Indonesia, dengan bangga dipajang di sini. Namun museum ini memiliki lebih dari sekadar barang antik; dulunya merupakan pusat pendidikan penting, yang memainkan peran penting selama gerakan kemerdekaan yang penuh gejolak.

Berjalan menyusuri Cikini akan membawa kita ke Kantor Pos Indonesia, sebuah institusi yang berdiri sejak tahun 1920. Dengan arsitektur kolonialnya yang khas, ini bukanlah kantor pos biasa; itu adalah bagian dari sejarah yang masih berlangsung. Menyediakan layanan 24 jam sejak tahun 2014, perusahaan ini terus melayani kebutuhan korespondensi warga Jakarta, seperti yang terjadi pada para pedagang di masa lalu.

Selanjutnya, kita menikmati cita rasa sejarah di Bakoel Koffie. Apa yang dimulai pada abad ke-19 sebagai kedai nasi sederhana, berkembang menjadi kedai kopi favorit ketika seorang imigran yang giat dan istrinya yang orang Indonesia berkelana menjual biji kopi ke pedagang Belanda. Saat ini, ini adalah sebuah kafe di mana kamu dapat menyesap secangkir sejarah sambil mengintip ke luar jendela besar ke arah Jalan Cikini.

Bekas Pabrik Tan Ek Tjoan menjadi landmark kami yang keempat. Terkenal dengan roti gambangnya, yang dikenal sebagai salah satu roti terlezat di dunia, roti ini merupakan bukti warisan kuliner Hindia Belanda. Bahkan sekarang, inti dari roti tersebut masih tetap ada, dan para pedagang menjualnya hanya sepelemparan batu dari bekas pabriknya.

Baca juga: Tempat Wisata Rendah Karbon Terbaik di Jakarta.

Perjalanan sejarah kita berpuncak di kediaman Raden Saleh, seorang bangsawan dan pelukis ternama. Rumahnya, yang didirikan pada tahun 1852 dan kini berada di dalam lingkungan Rumah Sakit PGI Cikini, merupakan sebuah keajaiban arsitektur yang dihiasi dengan lantai keramik klasik dan vintage. Meski perlu direstorasi, bangunan ini tetap berdiri sebagai monumen warisan budaya Indonesia yang kaya.

Kelima lokasi di Jalan Cikini ini bukan sekedar tempat tetapi juga portal ke masa lalu, menawarkan jeda dari masa kini dan ajakan untuk merasakan sejarah Jakarta.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.