/

Langkah Visioner Sheina Ashley Pribadi dalam Solusi Bangunan Berkelanjutan

Sumber: Sindonews

Sheina Ashley Pribadi, siswa kelas 12 Jakarta Intercultural School, bukanlah remaja biasa.

Sebagai ujung tombak proyek ACE, upaya Sheina mewakili perjalanan transformatif dari kepedulian lingkungan menuju inovasi proaktif.

“Proyek ACE bukan hanya tentang membangun gedung-gedung yang lebih ramah lingkungan; ini tentang membangun kesadaran,” jelas Sheina, merefleksikan asal usul inisiatifnya selama kursus solusi lingkungan di Stanford.

Baca: Revolusi Pengemasan Berkelanjutan Botanica

Proyek ini merupakan respons beraninya terhadap krisis iklim yang mendesak, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan dengan merevolusi bahan bangunan tradisional.

Inti dari proyek ACE adalah substitusi yang cerdik: mengganti sebagian besar semen dalam batu bata dengan fly ash, produk sampingan pembakaran batu bara yang sering dibuang.

“Pemanfaatan abu terbang tidak hanya mendaur ulang limbah yang dapat mencemari saluran air kita, namun juga sangat mengurangi emisi karbon dioksida per batu bata,” tegas Sheina, menggarisbawahi komitmennya terhadap solusi lingkungan yang nyata.

Batu bata ramah lingkungan Sheina bukan sekadar eksperimen. Diuji secara ketat di laboratorium Universitas Tarumanegara, kreasi baru ini melampaui tolok ukur kekuatan standar, menunjukkan ketahanan tanpa mengorbankan keberlanjutan.

“Formula akhir kami mencapai kinerja luar biasa, melampaui standar FC20 dan menjanjikan alternatif yang layak dibandingkan bahan konvensional,” dia dengan bangga berbagi.

Bagi Sheina, ini adalah usaha yang berpusat pada komunitas. Berkolaborasi dengan bengkel lokal untuk bahan mentah dan menerima panduan desain penting dari paman arsiteknya, Sheina memastikan proyeknya tetap terjalin erat dengan keterlibatan dan keahlian lokal.

Meskipun batu batanya saat ini digunakan untuk proyek-proyek publik, termasuk rekonstruksi jalan setapak yang rusak di komunitas lokal seperti Sekolah Al-Firdaus di Serpong, Sheina memiliki visi yang lebih luas.

“Aspirasi komersial adalah hal kedua. Fokus kami adalah menciptakan lingkungan yang lebih hijau, lebih aman, dan memberdayakan masyarakat melalui praktik berkelanjutan,” ujarnya, menekankan semangat altruistik yang mendorong inisiatifnya.

Penerimaan hibah dari The Iris Project tidak hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga validasi atas kontribusi Sheina terhadap pemeliharaan lingkungan.

Aspirasinya tidak berhenti pada prototipe yang sukses. Ia menatap masa depan di mana inovasi yang dipatenkannya bermitra dengan perusahaan-perusahaan bangunan besar, sehingga mendorong produksi berskala besar dan, sebagai konsekuensinya, menurunkan emisi karbon secara signifikan.

Diakui sebagai finalis Global RISE for The World 2023, Sheina Ashley Pribadi lebih dari sekedar mahasiswa atau inovator.

Baca juga: Nikuba Merevolusi Efisiensi Bahan Bakar

Dia adalah secercah harapan, yang melambangkan dampak besar dari inisiatif yang dipimpin pemuda dalam memerangi perubahan iklim.

Melalui batu bata yang membangun lebih dari sekedar tembok, Sheina membuka jalan bagi kebangkitan lingkungan, selangkah demi selangkah ramah lingkungan.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.