/

Kebangkitan Fashion Ramah Lingkungan di Indonesia

Photo by freestocks on Unsplash

Industri fashion, sektor krusial yang bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat, harus beradaptasi dengan permintaan masyarakat dan tren yang selalu berubah. 

Sayangnya, meningkatnya permintaan telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam limbah yang dihasilkan oleh industri. 

Menurut aktivis Zero Waste Indonesia, Syarifa Yurizdiana, data global menunjukkan bahwa sampah tekstil mencapai 92 ton per tahun, setara dengan satu truk sampah yang tiba di TPA setiap detik.

Persoalan limbah tekstil di Indonesia tidak semata-mata dikaitkan dengan konsumen; produsen juga berperan. 

Industri fashion, sebagai salah satu yang terbesar di negara itu, memberikan kontribusi signifikan terhadap emisi gas dan polusi air, menempati peringkat kedua setelah industri minyak. 

Yang mengejutkan, sekitar 1.000 pabrik garmen membuang bahan kimia beracun ke Sungai Citarum.

Untuk mengatasi krisis lingkungan ini, praktik pengelolaan limbah berkelanjutan harus diterapkan di industri tekstil. 

Ini termasuk mengurangi, menggunakan kembali, memulihkan, mengganti, dan mendaur ulang residu produksi untuk meminimalkan timbulan limbah.

Konsep fashion berkelanjutan telah mendapatkan momentum dan kini merambah ke berbagai lini, termasuk pakaian. 

Fashion berkelanjutan bertujuan untuk memprioritaskan nilai-nilai lingkungan dan kemanusiaan, memastikan bisnis beroperasi secara berkelanjutan dengan kerugian minimal.

Banyak merek fashion telah menerapkan keberlanjutan dalam operasinya, dengan 54% merek fesyen berkelanjutan mengalami peningkatan permintaan sejak awal pandemi. 

Selain itu, 57% pembeli bersedia melakukan perubahan signifikan dalam kebiasaan konsumsi mereka untuk mengurangi dampak lingkungan.

Baca: Air Kelapa Disulap Menjadi Kulit Ramah Lingkungan

Berikut tujuh brand fashion lokal di Indonesia yang mengadopsi konsep sustainable:

Sare Studio

Merek homewear ini menggunakan bahan yang berkelanjutan dan telah memperoleh sertifikasi Ecolabel UE untuk memenuhi standar lingkungan sepanjang siklus hidupnya.

Osem

Berkomitmen pada prinsip zero waste, Osem mendaur ulang sisa kain dan menggunakan pewarna alami, mengurangi penggunaan bahan yang tidak dapat didaur ulang.

Sukkha Citta

Memberdayakan pengrajin lokal dan memanfaatkan 100% pewarna pewarna alami, Sukkha Citta menanam kapas sendiri dan mengolah kembali kain sisa menjadi kemasan pakaian.

Step on the Earth

Brand sepatu asal Bandung ini menggunakan material alami seperti serat kenaf, ban daur ulang, kulit kelapa, dan kapas organik untuk menjalin hubungan yang kuat dengan alam.

Setali Indonesia

Merek milik penyanyi Andien Aisyah berfokus pada penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang tekstil sisa, beroperasi sebagai seniman daur ulang lebih dari merek biasa.

Imaji Studio

Menerapkan konsep zero waste dan menggunakan serat alami dan pewarna nabati, Imaji Studio menciptakan aksesoris dan busana siap pakai dengan unsur Indonesia.

Rentique

Bertujuan untuk slow fashion dan pengurangan limbah tekstil, Rentique menawarkan alternatif fashion yang berkelanjutan, termasuk layanan persewaan pakaian.

Menerapkan fashion berkelanjutan dimulai dengan merawat pakaian, membeli hanya jika diperlukan, dan berinvestasi pada pakaian berkualitas dan nyaman untuk penggunaan jangka panjang. 

Dengan mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan, industri fashion Indonesia dapat berperan penting dalam membantu pemulihan lingkungan dan mengurangi beban limbah tekstil.

11 Comments

  1. La mejor aplicación de control parental para proteger a sus hijos – monitoriza en secreto GPS, SMS, llamadas, WhatsApp, Facebook, ubicación. Puede monitorear de forma remota las actividades del teléfono móvil después de descargar e instalar apk en el teléfono de destino.

Leave a Reply

Your email address will not be published.