//

Fia Bunova: Surviving Breast Cancer, an Inspiring Story

Fia Bunova good shot id

Fia Bunova di Bali dikenal sebagai seorang Presenter, MC dan Marketing Phoenix Radio Bali. Karirnya di Bali dimulai di tahun 1999 dan sampai detik ini selain menggeluti bidang komunikasi dan media, adalah seorang breast cancer survivor dan animal rescuer. Kita ngobrol langsung sama Fia, semoga ceritanya mengalahkan breast cancer bisa ngasih kamu semangat untuk memperjuangkan kehidupan ya 🙂

Cheryl: Fi, kapan sih lo tau kalo lo terdiagnosis kanker payudara?

Fia: Sebenernya sejak SMA tuh gue ada benjolan di area payudara, udah sempet periksa ke dokter juga, tapi karena benjolannya kadang ada kadang hilang, dokter bilang ini masalah hormonal. Tapi tahun lalu benjolannya balik dan nggak pernah hilang. Jadi gue periksa ke beberapa dokter, ke Singapore juga, dan hasilnya Kanker payudara Her2. HER-2 ini artinya kanker yang dites positif untuk protein yang disebut reseptor faktor pertumbuhan epidermal manusia 2 (DIA2). Protein ini mendorong pertumbuhan dari sel kanker. Di sekitar 1 dari setiap 5 kasus, sel kanker ini memiliki gen salinan ekstra  yang membuat protein HER2. Jadi cenderung lebih agresif daripada jenis kanker payudara lainnya

Cheryl: It must be one of the worst days of your life, yah?

Fia: Sebenarnya gue sudah mempersiapkan diri untuk skenario terburuk, jadi gue sebenarnya lega menerima diagnosis, karena sekarang gue jadi  tahu apa ini, dan jadi bisa nyiapin langkah pengobatan selanjutnya. Menurut gue bagian yang paling menakutkan adalah kemoterapi. Banyak orang cerita tentang gak enaknya kemo, tapi saat gue melalui  itu, thank God it wasn’t that bad. Cuma iya sih, sekitar satu sampe dua hari setelah kemo berasa mual dan muntah sedikit. Tapi masuk hari ke tiga udah normal lagi dan balik kerja.

Kuncinya memang jangan terlalu fokus menakut-nakutin diri akan hal-hal yang belum terjadi. Waktu stress meningkat, itu akan mempengaruhi sistem imun tubuh dan segala macam penyakit bisa tumbuh dalam tubuh kita. Kendalikan pikiran itu wajib.

Dulu gue banyak stress soal relationship, keluarga, kerjaan, dan hal-hal lain di masa lalu. Nggak nyangka betapa buruknya itu untuk kesehatan gue. Sekarang gue bersyukur tiap hari, dengan bersyukur kita lebih bahagia dan sehat. Nggak ngasih racun ke diri sendiri.

Cheryl: Setuju banget sih ya, waktu kita fokus ke hal yang bisa disyukuri kita bikin tubuh jadi lebih tenang. Tapi Fi, ada yang berubah nggak dari diri lo setelah mengalami ini?

Fia: Hmm, nggak ada yang bener-bener berubah sih ya, tapi sekarang gue lebih mendekatkan diri dengan Tuhan. Prioritas juga berubah, untuk lebih bisa berguna dan nolong orang lain. Bukan cuma manusia, tapi juga hewan yang membutuhkan. Gue liatnya Cancer was a gift. Karena perjuangan kemarin gue lebih menghargai hidup, dan mendedikasikan hidup gue untuk makhluk yang tidak punya suara, misalnya anjing dan hewan lainnya disekitar kita.

Cheryl: Amazing! Gue seneng sih, kadang kita juga suka ngerescue anjing bareng-bareng ya hehe. Terus, menurut lo mindset apa yang harus dimiliki di saat terberat dalam hidup, untuk kasus lo, saat cancer kemarin?

Fia: What you think you become. Jadi yang terpenting adalah memutuskan untuk mikir hal-hal yang baik terjadi ke diri kita. Gue mikir sudah sembuh, sehat, gue memutuskan untuk merasa sehat dan baik, dan tubuh gue ngikutin. Dokter gue bilang fokus untuk hari ini, jangan sibuk mikir yang udah lewat dan yang belum datang. Baby steps. Balik lagi yang tadi gue bilang, manusia cenderung suka nakut-nakutin diri sendiri. Aduh gimana kalo A, gimana kalo B, itu semua belum kejadian tapi udah menyumbangkan hormon stress yang hasilnya penyakit. Dan tentunya kita juga harus yakin, Tuhan itu lebih kuat. Percaya deh, Dia pasti akan selalu menolong kita.

Cheryl: Beautifully said! Thank you so much for sharing and inspiring all of us. Semoga terus sehat yaa <3

Photo Credit: Ok Photography

Cheryl Marella

Founder Good Shot ID
Broadcaster 87.8 Hard Rock FM Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published.