Dari lomba menulis, lokakarya kreatif, hingga gerakan peduli lingkungan, Jimbafest Presents: Pekan CERIA membawa isu keberlanjutan lebih dekat dengan kehidupan anak-anak di Jimbaran, Bali.
Bagaimana jika masa depan sebuah desa dirancang melalui imajinasi anak-anak yang tumbuh di dalamnya?
Mungkin ada yang membayangkan Jimbaran dengan lebih banyak ruang hijau, pantai yang bersih, lingkungan tanpa sampah, atau tempat bermain yang ramah bagi semua orang. Bagi anak-anak, gagasan tentang desa yang ideal bisa sesederhana itu. Namun, justru dari pemikiran sederhana tersebut, kepedulian terhadap lingkungan dan komunitas dapat mulai tumbuh.
Semangat inilah yang dibawa oleh Jimbafest Presents: Pekan CERIA (Children and Environment: Stories of Sustainability), sebuah rangkaian kegiatan yang berlangsung di Jimbaran Hub, Bali, pada 29 Oktober 2026, dilanjutkan dengan Jimbaran Weekend Market Special Edition pada 30–31 Oktober 2026.
Diinisiasi oleh Yayasan Jimbaran Hijau bersama UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung serta Desa Adat Jimbaran, Pekan CERIA menjadi bagian dari perjalanan menuju Jimbafest 2027. Program ini menghadirkan pendekatan yang menarik untuk mengenalkan keberlanjutan kepada generasi muda, melalui pendidikan, seni, permainan, kreativitas, dan interaksi komunitas.
Salah satu hal menarik dari Pekan CERIA adalah bagaimana berbagai isu lingkungan dan kehidupan berkelanjutan diterjemahkan menjadi aktivitas yang dekat dengan keseharian anak-anak. Siswa SD kelas 4–6 diajak mengikuti lomba mengarang bertema “Impianku untuk Desa Jimbaran yang Terbaik”. Melalui tulisan, mereka mendapat kesempatan untuk menyampaikan harapan dan gagasan tentang lingkungan tempat mereka tinggal. Program ini juga menghadirkan penampilan angklung dari SLB Negeri 1 Badung, sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak dengan kemampuan yang beragam untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Berbagai lokakarya interaktif turut melengkapi kegiatan, mulai dari pengenalan arsitektur tradisional Bali melalui Asta Kosala Kosali, permainan edukatif Terra Cards, literasi finansial bersama blu by BCA Digital, hingga sesi Read Aloud.
Format kegiatan seperti ini memperlihatkan bahwa pendidikan keberlanjutan bisa dimulai dari banyak hal. Mengenal arsitektur tradisional, memahami pengelolaan uang, membaca cerita, hingga belajar tentang alam dapat menjadi bagian dari proses membangun generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan dan komunitasnya.
Yusea Eka Prasetya, Ketua Yayasan Jimbaran Hijau, melihat keterlibatan anak-anak sebagai bagian penting dari perjalanan Jimbafest.
Menurutnya, sejak awal, Jimbafest memiliki hubungan erat dengan pendidikan lingkungan dan upaya mengajak anak-anak untuk mengenal serta mencintai alam. Melalui Pekan CERIA, nilai-nilai tersebut ingin kembali diperkuat agar tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari.
Di balik berbagai aktivitas tersebut, terdapat gagasan yang lebih besar tentang bagaimana sebuah kawasan dapat berkembang bersama masyarakatnya.
Dr. Putu Agung Prianta, B.Eng(Hons.), MA, MH, CEO dan Founder Jimbaran Hijau, memandang keberlanjutan sebagai bagian dari identitas kawasan. Jimbaran Hijau dibangun dengan visi sebagai kawasan live and learn, sebuah lingkungan yang menggabungkan kehidupan, pembelajaran, dan prinsip keberlanjutan.
Dalam konteks tersebut, ruang publik memiliki peran penting. Sebuah kawasan dapat menjadi tempat masyarakat bertemu, bertukar pengetahuan, bereksperimen, dan belajar dari lingkungan sekitarnya.
Pekan CERIA menjadi salah satu contoh bagaimana ruang seperti Jimbaran Hub dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran yang terbuka bagi generasi penerus. Gagasan ini juga terasa relevan bagi Jimbaran, sebuah kawasan di Bali yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan pesisir, tradisi lokal, pariwisata, dan dinamika komunitas. Ketika anak-anak mulai memahami pentingnya menjaga lingkungan tempat mereka tumbuh, keberlanjutan memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Pekan CERIA juga membuka percakapan yang lebih luas melalui rangkaian talkshow dan NGO Showcase. Sejumlah organisasi dan gerakan sosial turut hadir, di antaranya Five Pillar Initiative, Bersama Adya, Terratide, Maha Bhoga Marga, Rotary Club District 3420, Yayasan Penyu Indonesia, Umah Pupa, Suaka dari Youth Urban Participation, dan Green Books. Berbagai inisiatif tersebut membawa perspektif berbeda mengenai konservasi ekologi, restorasi lingkungan, partisipasi masyarakat, hingga gagasan kota sirkular. Kehadiran organisasi-organisasi ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal berbagai upaya nyata yang dilakukan komunitas dalam menjawab tantangan lingkungan.

Ada sesuatu yang menarik ketika pembelajaran anak-anak dipertemukan dengan pengalaman para pegiat lingkungan. Percakapan tentang masa depan tidak lagi berhenti pada teori, tetapi juga memperlihatkan bagaimana setiap orang dapat mengambil bagian dalam perubahan. Perwakilan UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung turut mengapresiasi inisiatif ini karena memberikan ruang ekspresi sekaligus membantu menumbuhkan kepekaan anak-anak terhadap isu lingkungan sejak dini.
Sementara itu, Yudha Bantono selaku Ketua Dewan Juri Lomba Mengarang melihat bahwa tulisan para peserta memperlihatkan imajinasi dan kepedulian yang tulus terhadap masa depan Desa Jimbaran.
Setelah rangkaian kegiatan edukatif, suasana Pekan CERIA berlanjut ke pengalaman yang lebih santai melalui Jimbaran Weekend Market Special Edition pada 30–31 Oktober 2026. Pasar akhir pekan ini menghadirkan berbagai pilihan produk lokal, aktivitas kreatif, dan hiburan yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun teman. Pengunjung juga bisa mengikuti lokakarya seni dan kerajinan, seperti Cake Painting, Beading Party, hingga pembuatan Halloween Bandana. Sajian musik dan penampilan DJ akan melengkapi suasana akhir pekan di ruang terbuka Jimbaran Hub. Kombinasi pasar lokal, aktivitas kreatif, dan hiburan ini memberikan kesempatan bagi komunitas untuk berkumpul sekaligus mendukung ekosistem usaha dan kreativitas lokal.
Ada satu hal yang menarik dari tema lomba mengarang Pekan CERIA: “Impianku untuk Desa Jimbaran yang Terbaik.”
Sebuah pertanyaan sederhana yang mengajak anak-anak membayangkan tempat tinggal mereka beberapa tahun ke depan. Mungkin jawaban mereka berbicara tentang pantai yang lebih bersih, pepohonan yang lebih banyak, atau lingkungan yang membuat semua orang merasa nyaman. Namun, setiap gagasan tersebut menyimpan sesuatu yang penting: rasa memiliki terhadap tempat mereka tumbuh.
Melalui Pekan CERIA, Jimbafest memperlihatkan bahwa membangun kesadaran lingkungan dapat dimulai dari pengalaman yang menyenangkan, interaksi antargenerasi, dan kesempatan bagi anak-anak untuk menyuarakan pemikiran mereka. Menuju Jimbafest 2027, inisiatif ini menjadi pengingat bahwa masa depan Jimbaran juga berada di tangan generasi yang hari ini sedang belajar, bermain, dan membayangkan desa impian mereka.
