5 Program Community Empowerment dari Local Beauty Brand Indonesia

Beauty brand lokal Indonesia semakin aktif membangun hubungan dengan komunitas melalui program yang membawa isu sosial, pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan. Aktivitasnya juga semakin beragam, mulai dari kelas dan workshop, kolaborasi dengan komunitas, pengembangan keterampilan, sampai gerakan lingkungan yang melibatkan konsumen.

Model seperti ini membuat beauty community punya peran yang lebih luas. Produk tetap menjadi bagian dari hubungan antara brand dan konsumen, tetapi ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menciptakan dampak juga ikut berkembang.

Berikut lima program community empowerment dari local beauty brand Indonesia yang menarik untuk diperhatikan.

1. Wardah — Wardah Inspiring Movement

Wardah memiliki Wardah Inspiring Movement sebagai payung berbagai kegiatan sosial yang melibatkan individu, organisasi, dan komunitas. Program ini berfokus pada empat bidang utama, yaitu pendidikan, pemberdayaan perempuan, kesehatan, dan lingkungan. 

Salah satu program yang paling dekat dengan pemberdayaan perempuan adalah Wardah Womenpreneur. Program ini ditujukan untuk membantu perempuan mengembangkan kemandirian ekonomi melalui dukungan terhadap aktivitas bisnis yang dapat dijalankan dari rumah. Di bidang pendidikan, Wardah juga memiliki Wardah Inspiring Teacher, yang memberikan pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi guru. 

Pendekatan Wardah menarik karena komunitas tidak hanya ditempatkan sebagai audiens kampanye. Masyarakat juga diajak berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang memiliki tujuan sosial dan edukatif.

2. Avoskin — RUBI Community

Avoskin memiliki RUBI Community, sebuah komunitas yang dibentuk untuk mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia. Program ini menjadi bagian dari misi Avoskin dalam memberikan ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi melalui berbagai kegiatan. 

RUBI Community menghadirkan kelas dan workshop yang membantu anggota mengembangkan pengetahuan serta keterampilan. Programnya juga menjadi ruang bagi perempuan untuk bertemu, bertukar pengalaman, dan membangun koneksi dengan orang yang memiliki minat serupa. 

Avoskin juga mengembangkan kolaborasi dengan komunitas lokal dan social enterprise seperti Torajamelo dan Du Anyam. Kolaborasi tersebut berkaitan dengan pemberdayaan perempuan perajin di berbagai wilayah Indonesia. 

Di sisi lingkungan, Avoskin turut menjalankan berbagai program bersama komunitas, termasuk pengelolaan kemasan kosong, aksi pembersihan sungai, serta kegiatan yang berkaitan dengan konservasi.

3. BLP Beauty — BLP Gives Back

BLP Beauty menjalankan BLP Gives Back, program yang berfokus pada pemberdayaan dan dukungan sosial bagi perempuan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah kolaborasi BLP dengan Du Anyam, social enterprise yang mendukung perempuan perajin di daerah melalui produk anyaman. 

Program ini juga hadir dalam bentuk berbagi keterampilan. Pada Desember 2024, BLP mengadakan makeup class untuk 20 warga binaan Rutan Kelas I Pondok Bambu. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan baru yang dapat menjadi bekal setelah masa pembinaan selesai, termasuk sebagai peluang mata pencaharian. 

BLP Gives Back juga pernah berkolaborasi dengan Help Nona melalui sesi meditasi dan journaling untuk perempuan penyintas kekerasan dalam relasi. Peserta mendapatkan ruang untuk memproses pengalaman mereka dan kemudian memperoleh dukungan sesi terapi bersama psikolog selama tiga bulan. 

Program seperti ini memperlihatkan bagaimana beauty brand dapat menggunakan keahlian yang dimilikinya sebagai medium pemberdayaan. Makeup menjadi keterampilan, sementara komunitas menjadi ruang untuk saling mendukung.

4. SECONDATE — #RecycleWithSecondate

SECONDATE membawa community empowerment ke isu lingkungan melalui program #RecycleWithSecondate. Program ini mengajak konsumen mengembalikan kemasan atau kotak produk SECONDATE yang sudah kosong untuk disalurkan ke perusahaan pengelola limbah. 

Program tersebut menggunakan mekanisme yang cukup sederhana. Konsumen dapat mengirimkan minimal tiga kemasan atau kotak kosong SECONDATE, kemudian mendapatkan DatePoints yang dapat ditukarkan dengan diskon di situs resmi brand. Biaya pengiriman juga mendapat dukungan hingga batas tertentu melalui mekanisme yang dijelaskan SECONDATE. 

Pendekatan ini membuat aktivitas sustainability terasa lebih dekat dengan kebiasaan konsumen. Kemasan kosong yang biasanya langsung dibuang diarahkan kembali ke sistem pengelolaan limbah, sementara konsumen memiliki insentif untuk ikut berpartisipasi.

5. Avoskin — Kolaborasi dengan Komunitas Lokal untuk Sustainability

Selain RUBI Community, Avoskin juga memiliki rangkaian program yang melibatkan komunitas dalam isu keberlanjutan. Salah satunya adalah River Cleaning Movement, yang dilakukan bersama komunitas lokal dan Sahabat AVO untuk mengurangi sampah di sungai. Avoskin mencatat aksi tersebut berhasil mengumpulkan 314,9 kilogram sampah.Pada 2025, pendekatan tersebut kembali terlihat melalui Avoskin Trail Run. Acara ini membawa isu eco-conscious lifestyle dan menyediakan Community Corner sebagai ruang dialog serta pertemuan peserta. Avoskin juga menyebut kolaborasi dengan berbagai pihak dalam program pemberdayaan dan lingkungan sebagai bagian dari perjalanan sustainability brand. 

Program ini menarik karena aktivitas komunitas ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman beauty lifestyle. Peserta tidak hanya berinteraksi dengan produk, tetapi juga ikut dalam aktivitas yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, dan ruang publik.

Beauty Community Mulai Punya Peran yang Lebih Luas

Program-program tersebut menunjukkan bahwa community empowerment dalam industri kecantikan Indonesia hadir dengan banyak bentuk. Wardah mengembangkan pendidikan dan pemberdayaan perempuan melalui Wardah Inspiring Movement. Avoskin membangun RUBI Community sekaligus menjalankan kolaborasi sustainability. BLP Beauty menggunakan keterampilan makeup sebagai bagian dari program pemberdayaan, sedangkan SECONDATE mengajak konsumen terlibat langsung dalam pengelolaan kemasan.

Ada satu pola yang terasa jelas: komunitas semakin sering ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas brand, bukan hanya sebagai target pemasaran. Konsumen dapat ikut belajar, berbagi, berkarya, atau berkontribusi dalam isu yang mereka pedulikan.

Bagi local beauty brand, pendekatan ini juga membuka hubungan yang lebih panjang dengan komunitas. Produk menjadi titik awal, sementara program dan pengalaman bersama menciptakan alasan untuk terus terlibat.

FAQ

Apa itu community empowerment dalam industri kecantikan?

Community empowerment dalam industri kecantikan adalah program yang memberikan kesempatan kepada masyarakat atau komunitas untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan, akses, dukungan, atau ruang untuk berkembang. Bentuknya dapat berupa pendidikan, pemberdayaan perempuan, sustainability, kesehatan, hingga pengembangan keterampilan.

Apa saja beauty brand lokal yang memiliki program community empowerment?

Beberapa contohnya adalah Wardah melalui Wardah Inspiring Movement, Avoskin melalui RUBI Community dan berbagai program sustainability, BLP Beauty melalui BLP Gives Back, serta SECONDATE melalui #RecycleWithSecondate. 

Apa itu RUBI Community dari Avoskin?

RUBI Community adalah komunitas yang dibentuk Avoskin untuk mendukung pemberdayaan perempuan Indonesia melalui kelas, workshop, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

Apa itu BLP Gives Back?

BLP Gives Back merupakan program sosial BLP Beauty yang berfokus pada pemberdayaan perempuan. Programnya mencakup kolaborasi dengan Du Anyam, makeup class untuk warga binaan, serta kegiatan bersama Help Nona. 

Bagaimana cara mengikuti program community empowerment beauty brand?

Setiap brand memiliki mekanisme berbeda. Beberapa program terbuka melalui pendaftaran komunitas atau acara, sementara program lingkungan seperti #RecycleWithSecondate dapat diikuti konsumen melalui mekanisme pengembalian kemasan yang ditetapkan brand.