//

Inovasi Terbaru: Jendela Peredam Bising Bahkan Saat Terbuka

Good Shot indonesia
Grid speaker peredam suara lalulintas walau saat jendela terbuka. Danil Roudenko / Alamy

Good Shot Indonesia,
Berita baik dari tim ilmuwan Singapura.

Orang-orang yang tinggal di kota dengan iklim tropis sering menghadapi masalah saat hari menjadi panas, yaitu suara bising saat jendela dibuka. Sebuah inovasi terbaru yaitu Perangkat Peredam Bising sudah bisa mengatasi dilema ini.

Bhan Lam di Universitas Teknologi Nanyang di Singapura dan rekan-rekannya menciptakan perangkat yang dapat mengurangi separuh kebisingan lalu lintas perkotaan, mengurangi suara yang datang melalui jendela terbuka hingga 10 desibel. Untuk membatalkan kebisingan jalan, para peneliti menggunakan 24 pengeras suara kecil dan memperbaikinya ke kisi-kisi keamanan jendela (khas di Singapura dalam kotak 8 × 3).

Kisi-kisi ini adalah fitur umum bangunan di Asia Tenggara, kata Lam. Dia menambahkan bahwa jarak speaker tergantung pada frekuensi kebisingan yang ingin mereka batalkan. Tim menempatkan jendela di ruang replika dan memainkan lalu lintas jalan, kereta api dan kebisingan pesawat dari pengeras suara lain 2 meter jauhnya. Frekuensi sebagian besar kebisingan dari lalu lintas dan pesawat yang lewat berkisar antara 200 hingga 1.000 hertz. Truk dan sepeda motor besar cenderung menghasilkan suara di ujung bawah kisaran, sementara mayoritas suara dari jalan raya sekitar 1000 Hz.

Para peneliti menempatkan masing-masing speaker dengan jarak 12,5 cm menghadap ke luar dan memprogram mereka untuk mengeluarkan suara pada frekuensi suara yang sama yang terdeteksi oleh sensor yang ditempatkan di luar jendela. Perangkat ini paling berhasil membatalkan kebisingan antara frekuensi 300 dan 1000 Hz, dengan pengurangan hingga 50 persen dalam kenyaringan untuk suara dalam kisaran ini. Penelitian ini tidak dioptimalkan untuk kebisingan dari suara manusia, yang memiliki frekuensi lebih tinggi. Efeknya mirip dengan teknologi yang digunakan dalam headphone peredam bising (noise cancellation) yang sering disetel khusus untuk membatalkan dengungan mesin pesawat, kata Lam.

Speaker yang digunakan tim hanya berdiameter 4,5 sentimeter – terlalu kecil untuk membatalkan kebisingan pada frekuensi di bawah 300 Hz. “Seorang pembicara perlu volume udara yang besar untuk suara frekuensi rendah,” kata Lam. Memiliki speaker yang lebih besar adalah suatu kemungkinan, tetapi berisiko menghalangi terlalu banyak tampilan dari jendela. Tim berencana untuk menguji prototipe dalam percobaan dunia nyata.

Referensi jurnal: Laporan Ilmiah, DOI: 10.1038 / s41598-020-66563-z Baca
Artikel lebih lanjut
Source: NewScientist
Diterjemahkan Oleh Cheryl Marella
Founder Good Shot Indonesia

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.