/

Taste the Goodshot Vol. 3: Saat Media, Musik, dan Cocktail Culture Bertemu di Velvet Jakarta

Jakarta mungkin tidak pernah kekurangan pesta. Namun yang satu ini adalah IP terbaru dari GOODSHOT Media dan The F People!

Pada 27 Mei 2026, Goodshot Media bersama The F People dan Velvet the Social Club Jakarta menghadirkan sesuatu yang berbeda melalui Taste the Goodshot Vol. 3, yang sekaligus menjadi Taste the Goodshot Party pertama. Berlangsung di Velvet the Social Club Jakarta, acara ini menggabungkan tiga hal yang semakin dicari oleh generasi kreatif Jakarta: komunitas, pengalaman, dan cerita.

Sejak malam dimulai, venue dipenuhi oleh berbagai wajah dari dunia kreatif, media, hospitality, entrepreneur, hingga para social connector yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup Jakarta. Tidak ada suasana networking yang kaku. Tidak ada presentasi panjang atau panel diskusi formal. Yang ada hanyalah percakapan yang mengalir, musik yang tepat, dan orang-orang yang datang dengan rasa ingin tahu yang sama.

Di tengah ramainya kalender sosial Jakarta, Taste the Goodshot menawarkan sesuatu yang lebih personal. Sebuah ruang untuk bertemu orang baru, bertukar ide, atau sekadar menikmati malam tanpa tekanan untuk menjadi siapa pun selain diri sendiri. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian malam itu adalah bar takeover yang dilakukan oleh tiga sosok dibalik Goodshot dan The F People.

Mewakili Goodshot Media, Cheryl Marella dan Ogie Bingz menghadirkan cocktail racikan mereka sendiri. Sementara Rachel Octavia dari The F People melengkapi pengalaman malam itu dengan kreasi yang mencerminkan karakternya.

Cheryl memperkenalkan Crimson Mint, kombinasi vodka, guava, mint, dan lemon yang terasa ringan, segar, dan mudah dinikmati. Sebuah cocktail yang mencerminkan energi positif yang selama ini identik dengan sosoknya.

Sementara itu, Ogie Bingz menghadirkan Emerald Sins, perpaduan tequila, apple, melon liqueur, dan lime yang menghadirkan karakter lebih berani namun tetap approachable. Cocktail ini menjadi salah satu menu yang paling banyak dipesan sepanjang malam.

Di sisi lain, Rachel Octavia menawarkan Negroni Noire, interpretasi yang lebih kompleks melalui kombinasi rum pandan, bitter bianco, dan chocolate bitter. Rasanya unik, sedikit misterius, dan meninggalkan kesan yang bertahan lama, sama seperti atmosfer yang ingin dibangun sepanjang acara.

Musik menjadi elemen penting yang menyatukan seluruh pengalaman malam itu. Mashito dan Radit mengisi ruang dengan pilihan lagu yang membuat orang ingin tetap tinggal lebih lama. Tidak terlalu keras untuk menghilangkan percakapan, namun cukup hidup untuk menjaga energi ruangan tetap bergerak hingga larut malam.

Menariknya, banyak tamu yang datang sebagai individu justru pulang dengan koneksi baru. Ada yang bertemu calon kolaborator, ada yang menemukan peluang bisnis, dan ada pula yang sekadar mendapatkan teman baru untuk berbagi cerita. Dalam dunia yang semakin digital, momen-momen seperti ini terasa semakin berharga.

Taste the Goodshot sendiri lahir dari semangat yang selama ini dibawa Goodshot Media: menghadirkan ruang bagi orang-orang dengan perspektif berbeda untuk saling terhubung melalui cerita, pengalaman, dan budaya.

Melihat antusiasme yang memenuhi Velvet the Social Club malam itu, satu hal menjadi jelas. Jakarta tidak hanya membutuhkan lebih banyak acara. Jakarta membutuhkan lebih banyak ruang yang mampu mempertemukan orang-orang dengan cara yang lebih bermakna.

Dan jika Taste the Goodshot Vol. 3 menjadi indikasinya, maka ini baru permulaan dari sesuatu yang lebih besar. Taste the Goodshot Vol. 3 mungkin berakhir dalam satu malam, tetapi percakapan yang lahir dari sana kemungkinan akan berlangsung jauh lebih lama.

Good Team