📍 Jl. Petitenget No.12, Kerobokan, Bali
Kita hidup di zaman di mana standar kecantikan berubah setiap scroll Instagram. Tapi untuk saya pribadi, tujuan perawatan bukan lagi soal ingin terlihat seperti orang lain—tapi ingin merasa lebih nyaman dengan tubuh dan kulit saya sendiri.
Dengan pemikiran itu, saya akhirnya memutuskan untuk mencoba serangkaian treatment di Shaz Aesthetic & Medi Spa, sebuah klinik yang terletak tenang di kawasan Petitenget, Bali. Di balik desainnya yang minimalis dan tenang, saya menemukan pendekatan perawatan yang bukan hanya holistik, tapi juga terasa manusiawi.
Bertemu dr. Zora: Konsultasi yang Jujur dan Terbuka

Sebelum memulai treatment, saya duduk bersama dr. Zora, yang dengan tenang mendengarkan keluhan saya: mulai dari otot perut yang terasa longgar, pigmentasi akibat matahari Bali, hingga bekas jerawat yang belum sepenuhnya hilang.
Yang menarik, tidak ada janji “kulit glowing instan” atau tubuh langsing semalam. Justru, dr. Zora menjelaskan bahwa setiap treatment adalah proses yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit dan kondisi tubuh masing-masing. That’s the kind of honesty I appreciate.
1. EMS: Reconnect dengan Ototmu Sendiri
Treatment pertama saya adalah EMS (Electrical Muscle Stimulation)—teknologi yang mengirimkan impuls listrik rendah ke otot untuk menstimulasi kontraksi, seolah kamu sedang melakukan crunch atau squat secara pasif.
Jujur, rasanya aneh di awal. Tapi lima menit masuk, tubuh saya mulai terbiasa dan justru terasa seperti sedang “bangun dari tidur panjang”. Treatment ini bukan tentang membentuk perut kotak-kotak instan, tapi lebih ke membantu otot kembali aktif—terutama jika kamu jarang olahraga karena jadwal padat (guilty).
2. EndyMed: Bentuk Tubuh Tanpa Pisau Bedah
Selanjutnya, EndyMed 3DEEP digunakan untuk body sculpting. Alat ini menggunakan gelombang radiofrekuensi untuk mengencangkan jaringan dan merangsang produksi kolagen. Rasanya? Hangat dan relaks—mirip hot stone massage dengan tujuan lebih spesifik.
Hasilnya tidak dramatis dalam semalam, tapi setelah beberapa hari, saya merasa bagian perut dan lengan lebih firm dan tekstur kulit lebih halus. Cocok untuk kamu yang ingin toning tanpa prosedur invasif.
3. Meso Melasma: Pendekatan Lembut untuk Pigmentasi Membandel
Saya punya sedikit sun damage dan bekas hiperpigmentasi di pipi. Meso Melasma adalah jawaban lembut dari dr. Zora. Menggunakan kombinasi bahan pencerah, anti-inflamasi, dan peptida, treatment ini disuntikkan mikro ke area pigmentasi.
Yang saya suka? Prosedurnya cepat dan tidak terlalu menyakitkan. Setelah beberapa hari, saya melihat perubahan: kulit terlihat lebih merata, dan kemerahan jauh berkurang. Lebih dari hasil visual, ada rasa lega karena kulit saya tidak lagi “marah”.
4. PRP Treatment: Keajaiban yang Datang dari Tubuh Sendiri
Terakhir, saya menjalani PRP (Platelet-Rich Plasma)—serum yang diambil dari darah saya sendiri, diproses, lalu disuntikkan kembali ke wajah. Fungsi utamanya: merangsang kolagen, mengurangi bekas luka, dan memperbaiki tekstur kulit.
Treatment ini memang terkenal sebagai “vampire facial,” tapi pengalaman saya jauh dari kesan menyeramkan. Selama beberapa hari setelahnya, kulit saya terasa lebih kencang, pori-pori mengecil, dan secara keseluruhan tampak lebih plump.
Refleksi: Lebih Percaya Diri Tanpa Harus Menjadi Orang Lain
Shaz Aesthetic & Medi Spa tidak menjanjikan perubahan drastis, tapi mereka menawarkan pendekatan perawatan yang terasa aman, rasional, dan disesuaikan. Dan itu, menurut saya, jauh lebih berharga daripada hasil instan yang tak bertahan lama.
Saya keluar dari ruang treatment bukan sebagai versi baru dari diri saya, tapi versi yang sedikit lebih pulih, lebih segar, dan lebih damai.
Gunakan PROMO Code: CHERYL (untuk dapatkan discount treatment), selamat memanjakan diri!
Shaz Aesthetic & Medi Spa
Jl. Petitenget No.12, Kerobokan, Bali
Instagram: @shazaestheticbali
