MAULIATE menjadi penutup tahun penuh makna yang menghadirkan semangat syukur ala tradisi Gotilon dari Tanah Batak. Diselenggarakan oleh Sopo Del Tower dan Tobatenun, acara ini merayakan wastra melalui eksplorasi Tenun Jungkit yang dipadukan dengan karya Studio Jeje, Maison Obscura, Rinda Salmun, Kantita, hingga Lungsin. Menghadirkan presentasi bertema botani tropikal dan kolaborasi mode yang segar, MAULIATE juga membuka ruang berbagi lewat lelang sunyi untuk membantu korban bencana di Sumatra. Sebuah perhelatan budaya, kreativitas, dan solidaritas yang menutup tahun dengan rasa syukur.

PT Toba Pengembang Sejahtra berdiri sebagai perusahaan properti yang berkomitmen menghadirkan ruang hunian dan komersial berkualitas sejak 2004. Mengusung nilai karya bangsa, perusahaan ini menekankan standar kerja profesional, prinsip keberlanjutan, serta pengembangan proyek yang memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Visi tersebut menjadi pijakan untuk membangun ekosistem properti yang relevan dan bertanggung jawab.

Tobatenun, berdiri sejak 2018, berfokus pada pelestarian dan revitalisasi Tenun Batak melalui pendekatan social enterprise. Dengan memberdayakan lebih dari 300 perajin, mereka mengembangkan ekosistem wastra dari hulu ke hilir lewat program pelatihan, riset produk, dan pendampingan komunitas. Melalui Jabu Bonang dan Jabu Borna, Tobatenun memastikan regenerasi pengetahuan tenun, inovasi motif, hingga pewarnaan alami berbasis botani Danau Toba berjalan selaras dan berkelanjutan.

Teknik Jungkit—atau Tenun Songket Batak—menjadi dasar terciptanya Ulos Sadum dan Ulos Tumtuman, dua wastra yang erat dengan ritual dan perayaan adat. Kaya simbol dan warna cerah, kedua Ulos ini terus berevolusi menjadi karya yang lebih adaptif, mengikuti kebutuhan mode masa kini. Tobatenun turut mendorong pengembangan inovatif melalui pewarnaan alam berpalet lembut hingga aplikasi payet, menjadikan Ulos tradisi tetap relevan tanpa kehilangan identitasnya.

Rangkaian kolaborasi dengan berbagai desainer seperti Rinda Salmun, Kantita, Lungsin, Maison Obscura, dan Studio Jeje menampilkan transformasi Tenun Batak dalam konteks mode kontemporer. Dari inspirasi bentang alam Danau Toba hingga siluet modern-dekonstruktif, setiap kolaborasi membawa perspektif baru terhadap wastra Nusantara. Eksplorasi tekstur, teknik, dan inovasi material dalam koleksi-koleksi ini menegaskan bahwa Tenun Batak mampu berdialog dengan estetika masa kini tanpa menghilangkan akar tradisinya.
