/

LAKON Indonesia Tutup BRI JF3 Fashion Festival 2026 Lewat HARSA, Perayaan atas Indahnya Sebuah Proses

Tidak semua koleksi lahir untuk mengikuti tren yang bergerak cepat. Sebagian justru hadir untuk mengingatkan bahwa setiap karya memiliki perjalanan panjang sebelum akhirnya tampil di atas runway. Gagasan inilah yang dibawa LAKON Indonesia saat menutup rangkaian BRI JF3 Fashion Festival 2026 melalui koleksi terbarunya bertajuk HARSA.

Sebagai penutup festival yang berlangsung pada 29 Juli 2026, HARSA menjadi representasi dari perjalanan kreatif LAKON Indonesia yang terus berkembang sejak berdiri pada 2018. Di tengah tema besar “Recrafted: Shaping the Future” yang diusung BRI JF3 Fashion Festival tahun ini, koleksi tersebut menawarkan perspektif bahwa masa depan fashion tidak hanya dibangun lewat inovasi, tetapi juga melalui penghargaan terhadap proses, keterampilan, dan orang-orang yang berada di balik setiap karya.

Lewat 36 tampilan terbaru, LAKON Indonesia kembali menunjukkan bagaimana batik, bordir, dan berbagai teknik tradisional Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam busana yang terasa modern, ringan, sekaligus dekat dengan kebutuhan berpakaian saat ini.

Nama HARSA diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan. Namun, kebahagiaan yang dimaksud tidak berhenti pada keberhasilan menghadirkan sebuah koleksi. LAKON Indonesia justru mengajak melihat bahwa rasa tersebut lahir sejak proses kreatif dimulai.

Koleksi ini menjadi kelanjutan dari narasi yang sebelumnya dibangun melalui Urub dan Pasar Malam. Jika dua koleksi terdahulu berbicara tentang semangat dan dinamika kehidupan, HARSA menggeser fokusnya pada perjalanan yang sering kali luput dari perhatian. Mulai dari proses mencari ide, bereksperimen dengan material, hingga menyempurnakan setiap detail, semuanya menjadi bagian yang sama pentingnya dengan hasil akhir. Pesan tersebut terasa relevan di tengah industri fashion yang terus bergerak cepat. HARSA mengingatkan bahwa kualitas sebuah karya tidak lahir secara instan. Dibutuhkan waktu, kesabaran, dan ketelitian agar sebuah busana memiliki nilai yang mampu bertahan melampaui pergantian musim.

HARSA menjadi koleksi kesembilan yang digarap di bawah arahan Creative Director Irsan, menandai perjalanan kolaborasi yang semakin matang antara desainer dan rumah mode tersebut.

Setelah sebelumnya mengeksplorasi nuansa streetwear dalam koleksi Urub, kali ini Irsan memilih pendekatan yang lebih lembut. Ia menghadirkan siluet yang ringan, mengalir, dan elegan, tanpa meninggalkan karakter fungsional yang selama ini menjadi identitas LAKON Indonesia. Perubahan tersebut terlihat melalui eksplorasi kategori daily wear hingga daily wear deluxe. Busana tetap dirancang nyaman dikenakan dalam berbagai aktivitas, tetapi memiliki detail yang lebih refined sehingga mampu menghadirkan kesan mewah secara halus.

Sebanyak 36 tampilan dihadirkan dengan memadukan batik, bordir, dan teknik pengerjaan tangan Indonesia bersama material seperti katun poplin, katun voile, satin duchess, serta organza. Kombinasi tersebut menghasilkan koleksi yang ringan secara visual sekaligus kaya akan tekstur.

Alih-alih menjadikan tekstil tradisional sebagai elemen dekoratif, HARSA memperlihatkan bagaimana warisan tersebut dapat berkembang menjadi bagian dari desain kontemporer yang tetap relevan dengan gaya hidup modern.

Craftsmanship Tetap Menjadi Identitas Utama LAKON Indonesia

Di balik setiap koleksi HARSA terdapat keterlibatan banyak tangan yang bekerja dengan ketelitian tinggi. Para pembatik, pembordir, penjahit, hingga perajin dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam proses penciptaan setiap busana.

Pendekatan inilah yang terus dipertahankan LAKON Indonesia sejak awal berdiri. Craftsmanship tidak diposisikan sebagai nilai tambahan, melainkan menjadi fondasi utama dalam membangun identitas brand.

Setiap detail bordir, permainan tekstur, hingga konstruksi busana memperlihatkan bagaimana teknik tradisional mampu hadir dalam tampilan yang lebih modern tanpa kehilangan karakter aslinya. Perpaduan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti meninggalkan akar budaya, melainkan menemukan cara baru untuk membuatnya tetap hidup dan relevan.

Melalui HARSA, LAKON Indonesia kembali menegaskan bahwa kualitas sebuah karya lahir dari proses yang dikerjakan dengan kesabaran, konsistensi, dan penghargaan terhadap setiap orang yang terlibat di dalamnya.

HARSA Menjadi Penutup yang Selaras dengan Semangat Recrafted

Dipilih sebagai penutup BRI JF3 Fashion Festival 2026, HARSA terasa selaras dengan tema “Recrafted: Shaping the Future” yang diusung festival tahun ini.

Jika banyak koleksi berbicara mengenai inovasi melalui bentuk atau material baru, HARSA menawarkan sudut pandang yang berbeda. LAKON Indonesia menunjukkan bahwa masa depan fashion juga dibangun melalui penghormatan terhadap proses kreatif, keberlanjutan keterampilan para perajin, serta kemampuan menerjemahkan warisan budaya ke dalam desain yang relevan bagi generasi masa kini.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa modernitas dan tradisi bukan dua hal yang saling bertentangan. Keduanya dapat berjalan beriringan ketika diolah melalui eksplorasi desain yang tepat dan didukung kualitas pengerjaan yang konsisten.

Sebagai penutup festival, HARSA tidak hanya menyajikan rangkaian busana baru, tetapi juga menghadirkan refleksi mengenai nilai yang membentuk industri mode Indonesia hari ini dan di masa depan.

FAQ

Apa itu koleksi HARSA dari LAKON Indonesia?

HARSA adalah koleksi terbaru LAKON Indonesia yang diperkenalkan sebagai penutup BRI JF3 Fashion Festival 2026. Nama HARSA berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kebahagiaan dan mengangkat tema tentang pentingnya menikmati proses dalam berkarya.

Siapa creative director di balik koleksi HARSA?

Koleksi HARSA berada di bawah arahan Creative Director Irsan dan menjadi koleksi kesembilannya bersama LAKON Indonesia.

Berapa jumlah koleksi yang ditampilkan dalam HARSA?

LAKON Indonesia menghadirkan 36 looks yang mengeksplorasi kategori daily wear hingga daily wear deluxe dengan sentuhan batik, bordir, dan berbagai teknik craftsmanship Indonesia.

Mengapa Euneun ikut tampil dalam presentasi HARSA?

Brand tas asal Korea Selatan, Euneun, berkolaborasi dengan LAKON Indonesia melalui styling runway sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas desain, craftsmanship, dan dialog kreatif antara Indonesia dan Korea Selatan.

Siapa Hahm Eun-jung yang hadir di BRI JF3 Fashion Festival 2026?

Hahm Eun-jung merupakan aktris, penyanyi, sekaligus pendiri brand tas Euneun. Ia hadir untuk mendukung kolaborasi Euneun dengan LAKON Indonesia serta menghadiri presentasi HARSA di penutupan BRI JF3 Fashion Festival 2026.