daur ulang plastik

Enzim Mengubah Sampah Plastik

/

Saat bertugas mengeksplorasi potensi enzim, LCC – cutinase kompos cabang daun, yang ditemukan pada daun yang membusuk, Sintawee Sulaiman, di Universitas Osaka di Jepang, menemukan penemuan yang luar biasa. Karyanya tidak hanya berkontribusi pada pengetahuan ilmiah namun juga menawarkan secercah harapan dalam perjuangan melawan polusi plastik. Enzim ini, LCC, yang berevolusi untuk memecah lapisan lilin pada daun, memberikan sebuah kemungkinan kepada Sulaiman: dapatkah enzim ini juga mengatasi masalah sampah plastik yang banyak terjadi? Baca: The Hyatt Bebot, Keajaiban Robot Pembersih Pantai Keingintahuannya membawanya pada eksperimen yang akan mengubah sudut pandangnya. Dia merendam potongan kemasan plastik ke dalam air dengan LCC.

Dari Sampah Menjadi Karya Seni: Kolaborasi W Bali – Seminyak dan Plastik Kembali

//

W Bali – Seminyak bekerja sama dengan Plastik Kembali, sebuah perusahaan seni melingkar dan desain peralatan rumah tangga yang berbasis di Lombok, menampilkan pameran bertajuk “Reimagining Plastic Waste: LAND | SEA | SKY.”  Pameran seni yang menampilkan daur ulang sampah plastik yang telah diubah melalui inovasi artistik dan kreativitas ini terbuka untuk umum dan akan diadakan di Starfish Bloo, W Bali – Seminyak mulai Jumat, 17 Maret 2023 hingga Minggu, 30 April 2023. Karya Plastik Kembali tidak hanya menyoroti tantangan signifikan Indonesia dengan sampah plastik, tetapi juga merayakan keberagaman Indonesia dalam seni dan kerajinan tradisional. Para seniman mengubah sampah plastik

/

Enzim Mengubah Sampah Plastik

Saat bertugas mengeksplorasi potensi enzim, LCC – cutinase kompos cabang daun, yang ditemukan pada daun yang membusuk, Sintawee Sulaiman, di Universitas Osaka di Jepang, menemukan penemuan yang luar biasa. Karyanya tidak hanya berkontribusi pada pengetahuan ilmiah namun juga menawarkan secercah harapan dalam