Bahan Bangunan Berkelanjutan

Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Ubah Limbah Kerang Menjadi Paving Block

//

Dalam kisah inspiratif mengenai inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) telah mengubah permasalahan sampah menjadi solusi berkelanjutan. Proyek mereka, membuat paving block dari limbah cangkang, tidak hanya mengatasi masalah lingkungan yang mendesak namun juga merevolusi infrastruktur lokal. Baca: Revolusi Pengemasan Berkelanjutan Botanica Desa Banjar Kemuning yang terletak di Kabupaten Sidoarjo menjadi kanvas transformasi tersebut. Di sini, limbah cangkang kerang, yang merupakan produk sampingan dari industri perikanan utama, telah lama menjadi masalah lingkungan dan kesehatan. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember di bawah bimbingan Wakil Ketua Thania Elisabeth Wahyudi mengemban misi

Genteng Plentong Politeknik Negeri Jakarta dari Sampah Plastik

/

Di era di mana keberlanjutan bukan sekedar kata kunci, Politeknik Negeri Jakarta (Politeknik Negeri Jakarta) memimpin upaya ini dengan pendekatan inovatif terhadap salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak di dunia: sampah plastik. Dosen dan mahasiswa lembaga tersebut telah mengembangkan genteng plentong yang terbuat dari sampah plastik, sebuah terobosan yang menjanjikan untuk mendefinisikan kembali bahan bangunan sekaligus mengatasi tantangan global polusi plastik. Baca: Merangkul Zero Waste: Revolusi Ember Inovatif di Dusun Krekah Secara tradisional, genteng plentong dibuat dari tanah liat atau logam. Namun, upaya Politeknik Negeri Jakarta dalam menggunakan sampah plastik sebagai bahan alternatif merupakan sebuah terobosan baru. Nunung Martina,