/

Mengapa Wanita Semakin Dewasa Semakin Memikat?

Jason Momoa & Lisa Bonet (Credit: Nick Argo / Getty Images)

Jujur, kita masih sering kan dibuat terkejut dengan cerita atau pemberitaan ketika ada seorang laki-laki memiliki hubungan romantis atau bahkan berumah tangga dengan perempuan yang usianya lumayan jauh lebih tua?

Harry Styles & Olivia Wilde (Credit: Backgrid)

Sebut saja pemberitaan pasangan yang lagi hangat-hangatnya, Harry Styles dan Olivia Wilde. Duo sejoli yang bertemu di pembuatan film “Don’t Worry Darling” itu terpaut usia Wilde yang lebih tua 10 tahun dari Styles. Pada proyek film tersebut Wilde selaku sutradara sementara Styles menjadi aktor pemeran utamanya. Romansa mengalir dari lokasi syuting hingga saat ini.

Sejenak kita flashback pada ‘Sang Aquaman’, Jason Momoa yang beristrikan Lisa Bonet. Momoa sempat menyatakan soal kegugupannya ketika  mengajak Bonet berkencan. Momoa berusia 26 tahun saat itu sementara Bonet berusia 12 tahun lebih tua darinya.

“Ketika Anda bertemu seseorang yang membuat Anda sangat tergila-gila dan kemudian mengetahui bahwa dia luar biasa, cerdas, lucu dan dia seorang dewi, Anda akan jatuh tersungkur padanya,” kata Momoa sembari mengulas senyum di sebuah interview.

Jason Momoa & Lisa Bonet (Credit: Nick Argo / Getty Images)

Wow! Ada apa dengan wanita yang lebih tua? Meski masih lebih umum untuk laki-laki menjalin hubungan dengan perempuan yang lebih muda, kenyataannya saat ini opsi laki-laki menjalin hubungan serius dengan perempuan yang lebih tua semakin terbuka. Contoh lainnya aktor Hugh Jackman, yang 13 tahun lebih muda dari istrinya, Deborra Lee Furness. Bahkan Presiden Perancis,  Emmanuel Macron memiliki usia 24 tahun lebih muda dari Sang Istri, Brigitte, yang adalah guru di sekolah menengahnya. Mereka bertemu ketika Macron berusia 15 tahun, meski begitu, mereka tidak pernah terlibat asmara sampai ketika mereka berdua dewasa.

Tidak bisa dipungkiri “pergunjingan” soal jalinan relasi dengan perempuan yang lebih tua, sering menimbulkan pro kontra di lingkup sosial. Peneliti Brian Collisson dan Luciana Ponce De Leon berusaha mengeksplorasi sumber prasangka terhadap hubungan perbedaan usia. Collison menyatakan bahwa pada awalnya teori evolusi menggagas ide bahwa perempuan yang lebih muda harus memilih laki-laki yang sedikit lebih tua dan sebaliknya, demi memaksimalkan kebugaran reproduksi.  Nah dari situlah berkembang stigma di masyarakat bahwa ketika seorang laki-laki muda menikahi perempuan lebih tua, dianggap melanggar preferensi “pasangan ideal”.

Kenyataannya, seiring perkembangan jaman, semakin banyak laki-laki memilih untuk berkencan dengan perempuan yang lebih tua. Terlebih teknologi kedokteran semakin memberi kesempatan dan pilihan untuk para pasangan dalam mengusahakan keturunan, meski usia perempuan telah di atas 40 tahun.

Misalnya saja Cameron Diaz yang melahirkan putri pertamanya di usia 47 tahun dari hasil pernikahannya dengan Benji Madden yang terpaut usia lebih muda 9 tahun.

Benji Madden & Cameron Diaz (Credit: Back Grid)

Dengan semakin terbukanya Laki-laki soal menjalin hubungan serius dengan perempuan yang lebih tua, muncul pula stereotip miring soal  “cougar” atau dalam istilah bahasa Indonesianya “Tante Girang”. Tapi peneliti Milaine Alaria, dalam sebuah artikel berjudul “They’re The Ones Chasing Cougar” (2019) melalui wawancaranya dengan 55 perempuan single berusia 30 hingga 60 tahun yang berkencan dengan laki-laki yang lebih muda, menemukan bahwa kebanyakan perempuan lebih tua justru cenderung memainkan peran pasif dalam membentuk hubungan terutama ketika mereka berusia di atas 40 tahun. Mereka cenderung tidak merespon laki-laki yang lebih muda secara masif dan terkesan genit.  Hmmm…sepertinya jika kita merespon seorang perempuan lajang yang memiliki relasi dengan laki-laki lebih muda dengan cibiran, bukanlah suatu respon yang tepat.

Hubungan antara laki-laki yang lebih muda dan perempuan yang lebih tua, memang dipandang wajar oleh masyarakat yang lebih open-minded. Menurut Wendy L. Patrick, Ph.D., beberapa laki-laki memilih untuk berkencan dengan perempuan yang lebih tua dengan alasan kesetaraan relasional. Hubungan ini juga punya kesempatan lebih berhasil ketika si laki-laki muda telah memiliki perspektif matang baik tentang pola hidup maupun lingkup sosialnya. Secara garis besar, ada beberapa alasan mengapa laki-laki yang lebih muda sering kali lebih menyukai perempuan yang lebih tua.

Lebih Intelektual

Laki-laki menginginkan hubungan di mana mereka dapat berdiskusi dan terhubung pada tingkat yang lebih dalam. Perempuan yang lebih tua cenderung dapat melakukan percakapan intelektual dengan lebih baik, yang menurut laki-laki lebih muda menarik. Penelitian oleh Helen Fisher, Ph.D., seorang Antropolog Biologi, sekitar 87 persen laki-laki mengatakan mereka akan berkencan dengan perempuan yang lebih intelek daripada mereka, dan yang berpendidikan lebih baik.

Tahu Apa Yang Mereka Inginkan

Perempuan yang lebih tua biasanya cenderung tahu apa yang mereka inginkan dalam hidup. Laki-laki tertarik pada perempuan yang yakin akan diri mereka sendiri dan apa yang mereka inginkan sehingga dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berinvestasi dalam suatu hubungan.

Keluarga Hugh Jackman ( Credit: BabyGaga Images)

Lebih Banyak Pengalaman Hidup

Laki-laki cenderung tertarik pada seseorang yang dapat memberi mereka pandangan hidup yang realistis dan membantu mereka tumbuh secara intelektual. Seperti dilansir Today.com , yang mendedikasikan sebuah artikelnya untuk mewawancarai laki-laki yang lebih muda dan cinta mereka untuk perempuan yang lebih tua, dikemukakan bahwa sebagian besar laki-laki mengakui bahwa “perempuan matang yang lebih tua memiliki lebih banyak pengalaman hidup, stabilitas emosional, prinsip kuat, dan dapat menawarkan keaslian juga perspektif yang berbeda.”

Siap untuk Kedewasaan Emosional

Ternyata banyak laki-laki melihat perempuan lebih tua dianggap lebih serius pada hubungan mereka dan akan lebih paham cara mengkomunikasikan perasaan pada pasangan, dan ini adalah sesuatu yang sangat dicari laki-laki dari pasangannya. Bahkan perempuan yang lebih tua juga dianggap dapat membantu pasangannya tumbuh secara emosional, dan membantu para laki-laki mengekspresikan perasaan mereka sendiri dengan baik.

Memiliki Percaya Diri

Beberapa perempuan yang lebih muda cenderung membutuhkan perhatian dan kepastian yang konstan, sementara kebanyakan perempuan yang lebih tua telah memiliki rasa percaya diri yang tepat, ‘pede’ tentang siapa mereka dan berusaha mengatasi apapun dengan anggun dan dewasa.  Hal semacam itu diyakini para laki-laki dapat meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri mereka juga.

Presiden Perancis Emmanuel Macron & Istri Brigitte Trogneux (Credit: Chesnot/Getty Images)

Cenderung Lebih Bisa Bekerja Sama

Menurut Gleb Tsipurky, Ph.D., perempuan yang lebih tua lebih baik dalam pengelolaan privasi, serta tidak mendorong orang lain untuk melakukan hal-hal yang mereka tidak ingin lakukan. Hal ini membantu meningkatkan kebahagiaan dalam hubungan soal rasa saling percaya. Ketika seorang laki-laki menemukan bahwa mereka dapat mempercayai perempuannya, akan membuat mereka semakin menghormatinya.

Sepertinya kita sudah tidak boleh menutup mata, usia ternyata tak lebih dari sekedar angka, yang belum tentu mencerminkan keserasian laki-laki dan perempuan dalam mengelola dirinya di suatu hubungan. Nyatanya, suatu hubungan romansa yang membahagiakan, akan lebih terkait pada perasaan yang nyata, kesehatan mental, kemampuan kerjasama, dan komunikasi yang baik antara kedua belah pihak, dibanding takaran ideal jarak usia. Jadi…apakah kamu semakin berani ‘jadian’ ?

Risa Sastromidjojo

An INFJ Unicorn.

Leave a Reply

Your email address will not be published.