//

Membuka Potensi Minyak Goreng Bekas: Alternatif Bahan Bakar Berkelanjutan

Dalam upaya mencapai masa depan yang lebih berkelanjutan, Indonesia dengan pasokan minyak goreng bekas yang melimpah, memegang peranan penting dalam perubahan signifikan dalam lanskap bahan bakar alternatif.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Limbah Minyak Jelantah Indonesia, Susanto, mengungkapkan potensi yang belum dimanfaatkan dalam mengubah limbah dapur ini menjadi sumber energi terbarukan, menandai langkah penting menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Permintaan biodiesel dunia saja mencapai 34,3 juta ton pada tahun 2022, dan proyeksi memperkirakan permintaan ini akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 59 juta ton pada tahun 2030.

Baca: Genteng Plentong Politeknik Negeri Jakarta dari Sampah Plastik

Susanto menekankan bahwa potensi Indonesia untuk mengekspor dan memanfaatkan minyak jelantah untuk energi terbarukan masih sangat besar.

Produk limbah serbaguna ini dapat diolah menjadi biodiesel, bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) atau bioavtur, minyak nabati yang diolah dengan air (HVO), dan alternatif ramah lingkungan lainnya.

Meskipun Eropa mengalami peningkatan permintaan minyak jelantah secara konsisten setiap tahunnya dari tahun 2016 hingga 2019, mencapai 2,1-2,8 juta ton per tahun, sayangnya Indonesia hanya mampu mengekspor rata-rata 140.000 ton minyak jelantah setiap tahunnya.

Negara ini mempunyai potensi untuk meningkatkan ekspornya secara signifikan, dengan perkiraan 10% minyak goreng food grade mempunyai potensi untuk dikonversi menjadi minyak jelantah.

Antara tahun 2018 dan 2021, konsumsi minyak goreng food grade berkisar antara 2 hingga 3 juta ton, sehingga menghasilkan sekitar 200.000 hingga 300.000 ton produksi minyak jelantah setiap tahunnya.

Namun, sebagian besar, sekitar 100.000 ton, dibuang secara tidak benar atau tidak dikumpulkan.

Susanto memperkirakan bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk mengekspor 150.000 hingga 200.000 ton minyak goreng bekas setiap tahunnya, sebuah angka yang dapat terus meningkat dari tahun ke tahun karena proyeksi konsumsi minyak goreng yang terus meningkat.

Salah satu tantangan utama yang menghambat efisiensi penggunaan minyak jelantah terletak pada rendahnya tingkat pengumpulan dan pembuangannya.

Pada tahun 2017, 51% minyak goreng bekas berakhir di tempat pembuangan sampah, sementara 39% dibuang ke sistem drainase.

Untuk mengatasi masalah ini, Susanto menganjurkan pemberian insentif kepada masyarakat agar membuang minyak jelantah mereka secara bertanggung jawab.

Dengan tingkat pengumpulan yang optimal, potensi ekspor atau transformasi menjadi bahan bakar alternatif menjadi lebih besar.

Susanto menggarisbawahi manfaat lingkungan dari biodiesel yang berasal dari minyak jelantah, dan menekankan pengurangan emisi gas rumah kaca yang signifikan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.

Sebaliknya, minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan ancaman terhadap lingkungan.

Jika dibuang ke saluran air, lama kelamaan dapat menyebabkan penyumbatan dan pencemaran air. Jika dibuang ke darat, akan mengganggu keseimbangan unsur hara tanah sehingga kurang subur.

Untuk mendorong pembuangan minyak goreng bekas secara bertanggung jawab, perlu diberikan insentif yang menyelaraskan kepentingan individu dengan tujuan yang lebih luas yaitu kelestarian lingkungan.

Baca juga: Mahasiswa Jogjakarta Ubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Seiring dengan semakin diakuinya minyak jelantah tidak hanya sebagai limbah namun juga sebagai sumber daya berharga untuk energi ramah lingkungan, Indonesia kini berada di garis depan dalam potensi revolusi bahan bakar ramah lingkungan.

Perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dimulai dari dapur kita, di mana setiap tetes minyak goreng bekas menjanjikan masa depan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. (EA)

2 Comments

  1. It seems like you have a great deal of knowledge about this—almost like you wrote the book on it. Aside from that, I think you might add a few graphics to assist illustrate the concept a bit better. Still, this is a fantastic post that is well worth reading, and I will surely be back.

  2. What i do not understood is in truth how you are not actually a lot more smartlyliked than you may be now You are very intelligent You realize therefore significantly in the case of this topic produced me individually imagine it from numerous numerous angles Its like men and women dont seem to be fascinated until it is one thing to do with Woman gaga Your own stuffs nice All the time care for it up

Leave a Reply

Your email address will not be published.