Oktober membawa rangkaian agenda seni yang cukup padat ke Jakarta. Dari art fair berskala regional hingga pameran tunggal seniman Indonesia dan biennale yang mengambil kota sebagai titik berangkat, kalender seni bulan ini menawarkan pengalaman dengan karakter yang beragam. Beberapa agenda berlangsung hanya
Batas antara seni dan fashion semakin sulit dilihat sebagai dua dunia yang berdiri sendiri. Keduanya sama-sama bekerja dengan warna, bentuk, material, simbol, narasi, dan pengalaman visual, hanya saja medium yang digunakan berbeda. Seni dapat hidup di kanvas, instalasi, patung, atau ruang, sementara
Memasuki awal Oktober 2026, kalender acara di Jakarta, Bali, dan Singapore mulai dipenuhi agenda yang mempertemukan seni, musik, literasi, teknologi, hingga nightlife. Rentang 1–7 Oktober menjadi waktu yang menarik untuk mengeksplorasi berbagai acara, terutama karena beberapa agenda berlangsung hanya beberapa hari. Dari
Bagi pencinta kuliner, menjelajahi kekayaan rasa Indonesia tidak selalu harus dilakukan dengan bepergian dari satu kota ke kota lain. Tahun ini, berbagai cita rasa khas Nusantara hadir dalam satu tempat melalui JF3 Food Festival 2026 di La Piazza, Summarecon Mall Kelapa Gading,
Memasak punya cara sendiri untuk mempertemukan orang. Dari resep rumahan, makanan tradisional, sampai eksperimen kuliner, aktivitas di dapur dapat berkembang menjadi ruang bertukar cerita, pengetahuan, dan pengalaman. Di Indonesia, komunitas masak hadir dengan karakter yang beragam. Ada yang fokus pada pelestarian kuliner
Komunitas lokal di Indonesia sedang mengalami perubahan cara berkumpul. Pertemuan yang dulu mengandalkan ruang fisik, jadwal rutin, dan jaringan pertemanan kini dapat dimulai dari Instagram, TikTok, WhatsApp, hingga Discord. Perubahan ini membuat komunitas memiliki dua ruang sekaligus. Aktivitas offline tetap menjadi tempat
Pariwisata terasa lebih berarti ketika masyarakat lokal ikut menjadi bagian dari pengalaman dan pengelolaannya. Konsep community-based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat memberi ruang bagi warga untuk mengembangkan homestay, kuliner, kerajinan, aktivitas budaya, hingga atraksi wisata yang berasal dari potensi daerah mereka. Di
Negroni Week kembali hadir untuk merayakan salah satu koktail klasik paling ikonis di dunia. Memasuki edisi ke-14, perayaan yang berlangsung pada 21–27 September 2026 ini mengajak bar, bartender, dan pencinta koktail untuk menikmati kreasi Negroni sekaligus mendukung kegiatan amal global bersama Slow
Fashion di Indonesia tumbuh bersama komunitas. Dari forum denim, sneaker culture, modest fashion, sampai gerakan yang mendorong fashion berkelanjutan, komunitas menjadi tempat orang bertukar referensi, menemukan identitas gaya, dan bertemu dengan orang yang memiliki ketertarikan serupa. Pengaruhnya juga semakin terlihat di media
TikTok dan Instagram semakin berperan sebagai ruang bertemunya orang-orang dengan minat yang sangat spesifik. Dari running club, book club, fragrance community, hingga kolektor barang vintage, algoritma membantu mempertemukan orang yang mungkin tidak pernah bertemu dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini melahirkan komunitas berbasis